Proses Produksi Film Wolverine

Berbeda dengan film sebelumnya ‘X-Men Origins: Wolverine’ yang release tahun 2009, yang banyak menampilkan mutant dengan kesaktian yang beragam, di film Wolverine kali ini hanya ada satu jahat mutant yang tidak terlalu menarik performane tempurnya. Adegan aksi perkelahian lebih banyak melawan manusia biasa, diantaranya yakuza, samurai, dan mantan prajurit perang yang menggunakan baju mekanik berbahan adamantium. Perkelahian melawan non-mutant menjadi seimbang karena Wolverine di film ini berubah menjadi manusia biasa, yang bisa merasa sakit terkena peluru, lelah setelah seharian bekerja, dan kehilangan kemampuannya untuk segera pulih dari luka.

Hugh Jackman sebagai Wolverine

Pengambilan gambar banyak di lakukan di Australia, serta tempat lainnya di negara Amerika, Kanada dan tentu saja Jepang, sebagai setting lokasi untuk film Wolferine kali ini. Awal cerita si manusia srigala yang diperankan Hugh Jackman bisa sampai ke negri sakura adalah karena undangan seorang pengusaha Jepang yang dulu pernah ditolongnya di masa perang dunia kedua. Sang pengusaha yang sudah tua dan merasa tak akan hidup lama lagi ingin mengucapkan salam perpisahan sebelum ia menghembuskan nafas terakhir. Tapi ternyata salam perpisahan tak berjalan mulus, banyak konflik yang kemudian muncul, memberikan petualangan menegangkan yang hampir merenggut nyawa si manusia bercakar itu.

Salah satu ketegangan muncul saat Logan atau Wolverine harus menghadapi seorang yakuza yang berusaha membunuhnya di atas kereta api cepat di Tokyo. Phil Brennan, visual effects supervisors, merasa sudah banyak film yang menampilkan adegan perkelahian di atas kereta. “Kami melakukan riset adegan-adegan mana yang bagus dan yang tidak di film-film tersebut,” Ia memberi pernyataan. “Kami ingin mendapatkan background yang realistik. Kami mencari tahu apakah mungkin menempatkan kamera di atas kereta peluru atau kereta lainnya yang ada di Tokyo.”
Pihak produksi film lalu menghubungi pihak jawatan kereta api Jepang, dan mendapatkan jawaban bahwa atap kereta api super cepat tersebut terdapat aliran listrik 25.000 volt. Memangnya mau sang aktor berdiri dekat aliran listrik sebesar itu? Ooo, tentu tidak.

Set kereta api cepat di Tokyo

Pengambilan adegan perkelahian di atas kereta api cepat di Tokyo

Solusi yang muncul dari kepala Phil Brenan adalah dengan mengadaptasi metode ‘Google Street View’, yaitu menempatkan kamera di atas sebuah mobil dan merekam lingkungan yang dilewatinya.
“Kami tidak menggunakan kamera besar yang merekam gambar panoramic,” Martin Hill, digital
visual effects supervisor dari Weta memberi penjelasan. “Kami menempatkan rig di atas mobil dengan delapan buah kamera RED EPIC dengan angle 45 derajat antar kamera.”

Lokasi gedung yang direkam diantaranya berada di daerah Shinjuku. Mobil tersebut lalu turun naik di jalan layang yang banyak terdapat di Tokyo dengan kecepatan sekitar 60 Km per jam. Kamera merekam dengan kecepatan 48 frames per second (fps), dan bila kecepatan tersebut dijadikan sepuluh kali lipatnya, maka menghasilkan rekaman gambar dengan efek kecepatan 300 km perjam.

Video tersebut lantas dijadikan background untuk adegan perkelahian di atas kereta. Adegan duelnya sendiri dilakukan di studio dengan latar belakang greenscreen. Sementara untuk elemen-elemen lain yang tidak bisa diambil oleh kamera, seperti palang-palang besi yang berada di atas kereta, kabel listrik, jalur kereta, jalanan yang dilalui mobil, plang toko dan papan reklame warna-warni khas pemandangan kota Tokyo, semuanya ditambahkan menggunakan 3D.

Sementara untuk scene yang menampilkan sosok beruang setinggi tiga setengah meter yang terkena panah dan hampir mati, digunakan animatronik yang dibuat oleh Make-Up Effects Group. Animatronik ini dikendalikan oleh tiga orang operator untuk menggerakkan mulut dan tangannya melalui remote control.

Penggunaan animatronic untuk adegan beruang besar yang dibunuh

Animatronic beruang

Awalnya miniatur beruang dibuat untuk presentasi, setelah disetujui barulah dibuat skala yang sebenarnya. Kepala, mulut dan cakar dibuat dengan clay agar bisa mendapatkan bentuk yang realistik, lalu dibuat cetakan atau mouldingnya. Gigi dibuat dari akrylic oleh ahli gigi, mata dibuat dari resin sementara badan beruang dibuat dari lapisan yang ditanami rambut buatan yang diimplant secara manual.

Scene pembuka film dibuat di Sydney bagian selatan yang dibuat jadi markas pasukan Jepang. Latar belakang diubah menjadi pemandangan kota Nagasaki dengan matte painting. Saat bom atom meledak, adegan Logan terlempar ke dalam sumur, dibuat dengan menggunakan kabel dan greenscreen di bagian belakangnya, untuk kemudian diubah menjadi ledakan bom yang dibuat menggunakan visual effects.

Sdegan ledakan bom atom

Pengambilan adegan ledakan bom atom dengan menggunakan blue screen

Kondisi ledakan dibuat berdasarkan referensi dari video tes bom nuklir serta foto-foto saat kejadian kota Nagasaki dibom. Kondisi nyata ledakan bom nuklir memiliki kecepatan hampir 1.000 kilometer per jam, terlalu cepat untuk ditampilkan dalam adegan tersebut, jadi kecepatan penyebaran ledakan diperlambat untuk menambah kesan dramatis.***

WOLVERINE adalah karakter superhero fiksi dalam komik terbitan Marvel Comics kreasi writer Len Wein dan art director John Romita, Sr., dan digambar untuk publikasi pertama kali oleh Herb Trimpe. Terlahir bernama James Howlett tapi lebih dikenal dengan nama Logan, ia adalah seorang mutant yang memiliki penciuman setajam serigala, kekuatan fisik dan kemampuan pulih dari luka, penyakit atau bahkan keracunan secara cepat. Kemampuan tersebut juga yang membuatnya bisa tetap awet muda tanpa perlu perawatan, tetap tampil prima, dan panjang umur. Hmm, jagoan banget pokoknya.Dengan tubuh yang tahan banting seperti itu, akhirnya ia bisa melewati proses penanaman cairan logam adamantium pada tulangnya.Karakter Wolverine muncul pertama kali pada komik The Incredible Hulk no. 180 pada panel terakhir, dan muncul secara penuh pada ediai 181 di tahun 1974.

Artikel oleh: Fitra Sunandar
Diolah dari berbagai sumber. Productions stills and visual effects
images courtesy of Twentieth Century Fox Film Corporation
(Dilarang menyadur/mengutip/mempublikasi ulang tanpa mencantumkan sumber dan nama penulis)

Post a Comment

0 Comments