ADHICIPTA R. WIRAWAN - Animator / CG Artist

Semakin bermunculannya film animasi menggunakan aplikasi gratis Blender di Indonesia, tentunya memberi angin segar bagi iklim produksi kreatif di tanah air. Ketakutan akan masalah lisensi bisa teratasi hingga kita bisa berkarya dengan tenang. Tapi apakah Blender benar-benar bisa diandalkan untuk mendukung kreatifitas kiat menciptakan animasi, game, atau yang lainnya? 


Adhicipta R. Wirawan

Sekarang lagi sibuk bikin project apa? 
Lagi fokus development game

Game tentang apa? 
Untuk project game belum bisa dipublikasikan.

Game yang pernah dibikin apa saja? 
Game dan animasi yang kami develop bisa cek di http://mechanimotion.com

Anda ini sebetulnya 3D artist, programer, atau director, atau apa tepatnya? 
Saat ini saya CEO di Mechanimotion atau PT Mekanima Inspiran Nagara. Awalnya saya akuntan. S1 dan S2 saya di akuntansi tapi passion saya sejak kecil adalah di dunia game dan animasi.

Tapi modeling sampai animasi sangat menguasai kan? 
Sudah tidak banyak mengerjakan hal operasional lagi karena sudah ada tim yang mengerjakan. Kalau dibilang sangat menguasai masih jauh sekali ilmu saya.

Bukannya mendirikan animasi & game itu idealnya harus menguasi bidang tersebut biar quality controlnya bisa berjalan?
Yup, bener tapi kami bekerja dalam tim masing-masing punya keunggulan yang luar biasa. Jadi tidak bisa 1 orang menguasai semuanya. Mohon maaf kalo salah.

Bisa programing juga? 
Dulu kuliah D1 programing di ITS. Tahun 2000-an

Sejak kapan belajar animasi? 
Belajar animasi juga awal tahun 2000an.

Lebih dulu bikin animasi atau game? Belajar animasi dulu om baru coding Menarik mana, bikin animasi atau game? 
Intinya sama saja. Animasi ada yang untuk film dan ada yang interaktif atau disebut game. Keduanya butuh animator baik di film animasi dan game. Lebih menguntungkan di pasar game. Kami menggunakan strategi Pokemon dan Angry Bird. Bikin IP game dulu baru nanti kalo customer validationnya bagus, bisa dikembangkan ke serial animasi. Serial atau feature animasi hi cost dan hi risk. Baca artikel saya: http://adhicipta.com/the-investment-risk-on-comic-game-and-animation/ -

Untuk game sendiri cara penjualannya bagaimana? Apakah menjual jasa pembuatan mengerjakan game pesanan, atau membuat game sendiri terus dijual?
Kami membuat game sendiri dan juga menerima service untuk B2B. Kalau game sendiri kami jual lewat publisher dan marketplace (google dan itunes).

Mengenai animasi wanara, itu ceritanya bagaimana sampai memutuskan bikin animasi seperti itu. Wanara diangkat dari novel yang saya tulis ( bisa dicek di http://id.wikipedia.org/wiki/The_Adventures_of_Wanara ). Kemudian dibuat pilot animasinya. Kami mendapatkan funding dari Telkom Indonesia lewat program Indigo Venture.

Anda pengajar animasi juga?
Iya saya mengajar animasi di Animotion Academy dan ngajar akuntansi di universitas surabaya.

Menulis sejak kapan? 
Nulis buku dari 2007 Sampai saat ini progress

Wanara sudah sejauh mana, dan bagaimana pencapaiannya? 
Wanara memiliki 1 novel di Gramedia dan akan segera terbit buku ke-2. Ada 3 games, Ada 3 komik cetak di Elex, 4 episode di useetv. Pencapaiannya cukup bagus. Fan base kami cukup besar.

Wanara itu full menggunakan Blender untuk pengerjaan 3D nya? 
Animasinya menggunakan Blender. Karakter kami official di wiki blender (bisa cek di: http://wiki.blender.org/index.php/Doc:2.6/Manual/Render/Freestyle )

Soal blender, apakah aplikasi gratis tersebut sudah bisa memenuhi kebutuhan, dibanding software major label lainnya yang biasa digunakan di industri film Hollywood misalnya?
Yup, Blender sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan industri di Hollywood. Salah satu VSF artis Life of Pi, Sin City, yaitu Sean Kennedy pake Blender. ( Bisa dicek di http://www.blendernetwork.org/sean-kennedy )

Komunitas Blender sendiri makin banyak ya anggotanya? Anda aktif disana? 
Untuk komunitas sejak dari 2009 sampai sekarang jumlahnya makin berkembang. Induknya: Blender Indonesia. Sub regionnya: Blender Army Regional (Nama Kota). Search saja di Facebook. Saya co-founder di Blender Indonesia tapi sekarang lebih fokus sebagai pembina di regional Surabaya. Tapi bukan jumlah yang terpenting, yang terpenting adalah kualitas.

Bisa cerita tentang komunitas Blender ini, apa saja keuntungannya kalau bergabung disana? Komunitas Blender adalah tempat berbagi dan belajar bersama software blender. Keuntungannya mulai dari terlibat dalam open project dan berbagai kesempatan untuk ikut workshop. Yang membedakan dengan komunitas yang lain adalah semangat keterbukaan dan Berbagi. Karena Blender adalah Free Open Source Software seperti halnya Linux yang dibesarkan oleh komunitasnya dari animator sampai programmer.

Belum lama ini anda baru pulang dari Jepang ya? Dalam rangka apa? 
Iya, dalam rangka workshop industri konten Jepang

Sering jadi pembicara dalam event animasi/komik juga?  
Alhamdulillah iya, tapi nggak sering-sering amatlah.

Sering mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mewakili event animasi kah?
Alhamdulillah, hanya beberapa kali aja kok. Mungkin pemerintah kasihan dengan orang dari daerah seperti saya.

Menurut Anda sampai sejauh mana peran pemerintah sekarang ini untuk memajukan animasi Indonesia? 
Pemerintah sudah memulai berperan serta secara bertahap. Semua pihak harus berperan aktif.

Dari hasil workshop ke Jepang, garis besarnya apa yang bisa dipelajari untuk kemajuan animasi Indonesia? 
Intinya Jepang menunjukkan bahwa harus ada partnership untuk membangun industri kreatif. Partnership ini melibatkan book publisher, toy manufacturer, TV station, recording company, game developer. Animasi adalah produk turunan dari kesuksesan komik atau novel yang terbukti terjual di pasaran. Sehingga resiko gagal atas rating sangat kecil,

Kalau melihat industri animasi tetangga yang banyak menghiasi tv nasional, apa yang menyebabkan mereka bisa, tapi kita tidak bisa? 
Mereka telah melakukan riset pasar yang kuat sebelum develop IP dan eksekusi ke animasi. Sehingga resiko kegagalannya kecil. Di Indonesia kebanyakan tidak melakukan riset mendalam atas karakter, cerita, dll, hingga produk turunannya.

Peran aktif apa yang bisa dilakukan oleh animator/studio dalam memajukan animasi nasional? 
Studio animasi harus berkolaborasi dengan industri komik, toy manufacturer, food manufacturer, dll. Animasi bukanlah produk akhir, tapi bagian dari media promosi atas IP yang nanti di-lisensikan.***

Artikel dan interview oleh: Fitra Sunandar
(Dilarang menyadur/mengutip/mempublikasi ulang tanpa mencantumkan sumber dan nama penulis)


Post a Comment

0 Comments