AGUS MAKKIE - Director

Awalnya, pria yang rutin mengadakan perjalanan ke luar negeri setiap tahun ini bekerja di advertising sejak tahun 1992, sebagai Art Director di Leo Burnett, lalu menjadi Senior Art Director di JWT pada tahun 1995 sampai 1999. Pada tahun 1999 ia pindah ke McCann sebagai Associate Creative Director / Creative Director. Baru pada tahun 2003 ia mulai menjajaki sebagai sutradara film iklan.


Agus Makkie
Sepulang dari perjalanannya ke beberapa negara di Eropa, Agus Makkie dengan sangat cooperatif berbagi cerita dengan Veegraph Magazine melalui facebook tentang perjalanannya tersebut, serta visi dan misinya agar insan kreatif di negeri ini bisa menjadi bagian dari warga dunia.

Berikut perbincangan lengkapnya:

Boleh cerita sebetulnya dalam rangka apa sih, ke luar negeri?
Keluar negeri tiap tahun ke eropa dan sekitarnya, benua-benua lain sekalian bikin cicilan footages untuk bahan dokumenter / proyek pribadi, dan juga ada yang khusus ke Iceland menghadiri festival musik tahunan namanya Iceland Airwaves, disana sekalian bikin bahan visual dokumenter tentang musik.

Job TVC bagaimana, jeda dulu, atau... 
Job job TVC masih dikerjakan juga.

Tentang film dokumenter ini, apakah sebagai bentuk refreshing dari job TVC, atau memang passion dari dulu? 
Sebagai refreshing, pengalaman traveling, ketemu network baru secara global yang bisa mendukung kreatifitas kita atau hanya pertemanan biasa. Kalau passion saya selalu di seni dan audio visual maka kebanyakan saya mencari inspirasi baru kemanapun itu.

Secara teknis, apa yg membedakan film dokumenter dari TVC? Mana yang lebih menantang?
Kalau TVC pasti berdasarkan pesanan. Kalau dokumenter itu sangat pribadi, konten sangat penting dan saya melakukannya sendiri saja (do it yourself) dulu sampai saya dapat writer yang tepat untuk membuat semua footages ini menjadi “sesuatu” yang baik dan berharga.

Apakah di Eropa juga mempelajari tentang produksi film di negara-negara tersebut? 
Kira-kira hal positif apa yang bisa kita pelajari dari industri film / TVC mereka? 
Di luar negeri saya banyak bertemu teman PH, desainer, musisi, PR, media, dll, hanya untuk menjalin hubungan baik agar mereka juga kenal pribadi-pribadi atau orang Indonesia dalam bentuk yang positif, kreatif dan bersahabat.

Saya sangat tidak suka kalau bangsa kita dianggap warga dunia yang terbelakang. Karena sering bertemu mereka lama kelamaan mereka semakin baik dan kita selalu menjaga hubungan baik secara internasional walaupun negara kita tidak mensupport insan kreatifnya untuk lebih mendunia. Kita adalah warga dunia dan kita punya hak untuk menjadi bagiannya, jaman sudah berubah. Dunia sudah tidak ada batas lagi.

Mencari pengalaman dan membangun network ke luar negeri, saya yakin banyak orang ingin melakukannya. Bagaimana agar bisa mengikuti jejak Anda, setiap tahun keluar ngeri, apakah Anda di-endorse oleh sebuah perusahaan atau yayasan? 
Wah, keberangkatan saya itu biaya pribadi dan tidak mesti mengandalkan sponsor karena jarang sekali ada yang mau memberi sponsor kalau yang kita buat masih abstract dan punya market yang kecil. Bekerjalah yang baik dan menabung kemudian lakukan travel di dalam negri minimal 1x dalam 1-2 bulan sekali dan ke luar negri 1x atau 2x dlm 1 tahun. Dalam perjalanan jadilah orang lokal agar Anda tahu bahwa traveling itu bukan hanya melihat pemandangan tapi juga berinteraksi dan menyerap spirit positif daerah itu.

Anda rutin mengikuti kompetisi film internasional juga ya? Pernah mendapat penghargaan? 
Saya suka ikut challenge dari berbagai macam creative website dan beberapa penghargaan yang buat saya lebih menarik berupa hadiah US$.

Mengikuti kompetisi global itu, salah satu cara membangun network, kah? Atau ada tujuan lainnya?
Mengikuti lomba global itu bagian dari exercise asah otak agar tak mati akan rutinitas komersil, awareness tentang talent creative juga ada dari negeri ini. Untuk networking tentunya saya punya channel yang berbeda-beda.

Dalam perjalanan yang pernah Anda lakukan ke luar negeri, negara mana yang paling menarik, baik secara geografis, budaya, atau cara hidupnya.
Tempat yang saya sukai paling ujung utara dunia yaitu Iceland dan yang paling selatan yaitu Queenstown New Zealand.

Agus Makkie di Iceland

Anda sebagai salah satu sutradara yang sudah lama berkecimpung di industri produksi, dari perspektif Anda adakah yang berubah dari produksi film iklan di tanah air, baik dari segi perangkat, atmosfer atau bahkan kinerjanya. 
Perubahan selalu ada dari teknologi sampai etos kerja serta output kreatifnya. Sayangnya kita belum punya gaya TVC yang sangat lokal, yang baik dan berbudaya, hanya menonjolkan budaya konsumtif. Karena itu jadinya komunikasi kita selalu mengandalkan eksekusi saja atau pilihan selebriti untuk menarik konsumen.

Bagaimana pula mengenai media alternatif selain TV, seperti media sosial dan internet, bagaimana Anda memandangnya, apakah menjadi ancaman bagi industri film iklan konvensional? 
Memang banyak yang meninggalkan TV lokal karena kontennya yang tidak bermutu. Tapi media TV akan selalu eksis kalau produk lokal masih ada dan masyarakat umum masih banyak yang tertinggal dalam pendidikan dan IT. Media sosial melalui internet bukan ancaman tapi bisa menjadi penunjang untuk berkomunikasi dengan konsumen yang berbeda kebiasaannya.

TVC yang Anda buat, banyak kah diantaranya yang bermuatan VFX / 3D animasi? Bagaimana menurut Anda perkembangan kualitas animasi 3D di tanah air? 
TVC yang saya buat sangat variatif dari berbagai produk sampai eksekusinya. Saya yakin masa depan VFX dan 3D akan terus berkembang dengan teknologi yang lebih maju dan penyempurnaan sistem audio visual seperti public service, signage, public service ad, games, music, bisnis, teknik, dll, yang membutuhkan keahlian kreatif ahli VFX dan 3D yang makin berkembang. Saya sendiri sudah memikirkan dan punya konsep film animasi yang cukup epic dan pastinya biayanya besar. Kualitas pekerja kreatif VFX dan 3D tanah air saya anggap sangat baik dan membanggakan, saya yakin banyak talent-talent yang tersembunyi dan akan muncul pada saat yang tepat.

Apa menurut Anda hal penting bagi orang yang akan berkecimpung di dunia produksi iklan? 
Untuk berkecimpung di dunia iklan yang kita perlukan adalah keinginan untuk belajar banyak. Karena dalam advertising kita mempelajari segalanya dari print, audiovisual, produksi, VFX, 3D, dll, karena suatu saat mereka akan menemukan salah satu yang mereka suka dari yang telah mereka jalani bertahun-tahun. Memiliki passion dan attitude yang baik/positif serta membina networking sendiri. ***

Artikel dan interview oleh: Fitra Sunandar
(Dilarang menyadur/mengutip/mempublikasi ulang tanpa mencantumkan sumber dan nama penulis)

Post a Comment

0 Comments