Proses Produksi Film Jurassic World

Film Jurassic World ini adalah kelamjutan dari beberapa film Jurassic sebelumnya, yang film pertamanya yaitu Jurassic Park dibuat pada tahun 1993. Pembuatan VFX film Jurassic Park bisa dibilang sebagai tonggak sejarah dimulainya industri VFX film Holywood. Pada saat itu pembuatan VFX Jurassic World sebetulnya akan menggunakan teknik stop motion yang dipadukan dengan animatronic. Namun akhirnya, diputuskan untuk menggunakan CGI untuk pembuatan VFX nya, padahal pengalaman membuat VFX yang pernah mereka buat adalah adegan robot liquid pada film Terminator Jugement Day.

Jurassic World; Dinosaurusnya lebih hidup

Kini setelah lebih dari dua puluh tahun lamanya, film Jurassic World diproduksi dengan menggunakan VFX yang jauh lebih canggih tentunya. Penonton tentu berharap akan menyaksikan lagi kebangkitan mahluk-mahluk prasejarah tersebut dengan tampilan yang lebih baik, lebih memiliki emosi, alias lebih hidup.

Tantangan pertama adalah untuk menghidupkan empat ekor raptor benama Blue, Delta, Charlie dan Echo. Tak ada yang tahu bagaimana rupa mahluk itu sebenarnya. Bahkan masih merupakan perdebatan dikalangan ilmuwan apakah mahluk tersebut lebih mirip burung atau reptile. Untuk menciptakan pergerakan raptor tersebut, tim animator berpedoman pada beberapa referensi pergerakan mahluk hidup yang ada sekarang, seperti burung unta, harimau, buaya, serta beberapa jenis burung.

Animasi dari ke empat raptor tersebut dibuat dengan menggunakan Motion Capture, yang gerakannya dibuat dengan berdasarkan 4 orang penari dan atlit parkour yang diberi pakaian abu-abu serta semacam helm berbentuk kepala Raptor.

Raptor yang pandai parkour

Jenis dinosaurus lainnya yang harus dibuat adalah predator ganas yang hobi memangsa dinosaurus lainnya. Predator tersebut bernama Indominus Rex yang merupakan hasil rekayasa genetic perpaguan antara gen Therizinosaurus, dinosaurus yang memiliki cakar yang sangat panjang. Dikombinasikan dengan gen dari Tyrannosaurus Rex dan Raptor, ditambah gen Cuttlefish atau ikan sotong serta gen ular. Perpaduan gen tersebut menjadikannya predator paling ganas seganas T-Rex, memiliki lengan panjang, pintar, bisa berkamuflase dan mempunyai kemampuan melihat dalam gelap. Itulah jenis dinosaurus yang diharapkan bisa menjadi suguhan atraksi yang hebat hingga bisa menyedot lebih banyak lagi pengunjung untuk datang ke Jurassic World.



Ada sebuah adegan yang mungkin akan mengingatkan Anda pada film Jurassic Park, yaitu adegan dimana sekelompok Gallimimus berlarian menuju arah kamera. Studio Image Engine harus membuat ulang adegan tersebut dengan menampilkan puluhan ekor Galimimus yang berlari di dekat sebuah truk.

Adegan itu adalah salah satu visual efek yang pertama dibuat sekaligus menjadi menjadi yang terakhir diselesaikan karena proses pembuatannya yang rumit.

Gallimimus, dinosurus paling kejam

Bukan hanya dinosaurus yang harus dibuat, tapi lingkungan tempat binatang itu berinteraksi pun harus dibuat 3D modelingnya. Adegan dimana raptor berlarian di hutan membutuhkan pepohonan yang harus dibuat 3D nya satu persatu, hingga dibutuhkan sebanyak 20 ribu pohon untuk menciptakan hutan CG. Serpihan kayu kecil yang berserakan diantara kaki raptor pun harus dibuat modelingnya.

Selain penggunaan CG, pembuatan animatronic pun tetap dibutuhkan untuk membuat adegan yang lebih realistic. Studio Legacy FX bertugas membuat animatronic dari Apatosaurus yang terluka, sehingga adegan ketika pemeran utama menyentuh kulit binatang tersebut pun terlihat sangat nyata.***

Artikel oleh: Fitra Sunandar
Productions stills images courtesy of Universal Pictures.
(Dilarang menyadur/mengutip/mempublikasi ulang tanpa mencantumkan sumber dan nama penulis)

Post a Comment

0 Comments