Married With Brondong
Oleh : mira rahman & vbi_djenggotten
Cetakan : Mei 2010
ISBN : 978 602 95228 15
Tebal : 124 + viii halaman
Ukuran buku : 21cm x 14,5 cm
Kategori : komik gaya hidup
Harga : Rp. 33.500 Rp. 28.000
Komik ini sangat menggugah emosi aku. Dari senyam-senyum sendiri, sampe berkaca-kaca, trus senyam-senyum lagi, dan berkaca-kaca lagi... Pokoknya gitu deh. Ada sesuatu dari komik ini yang bikin sejuk saat membacanya. Aku bingung gimana mendeskripsikan perasaan itu, harus dialami sendiri.
Kisah Bo dan Jo dalam komik ini pastinya juga dialami oleh pasangan suami-istri di mana saja. Baik yang beda umur jauh ataupun yang tidak jauh perbedaan usianya. Kebetulan di cerita ini, sang suami berumur jauh di bawah sang istri. Bercerita tentang perjuangan mereka di awal-awal pernikahan, dan tanggapan keluarga dan orang-orang terdekat mereka mengenai masalah beda usia itu. Semuanya disajikan dengan sejuk. Kata sejuk mungkin terdengar absurd ya, baca komik kok sejuk emangnya kulkas. Tapi ya perasaan itu yang aku alami.
Aku sangat terenyuh dengan penggambaran adegan Bo yang sedang mengumpulkan niat untuk memberitahu keluarga di kampung soal rencana pernikahannya dengan wanita yang ia cintai. Antara senyam-senyum dan terharu bacanya. Atau penggambaran saat mereka memulai masa penjajakan hubungan. Misalnya adegan Bo memberikan dahan kayu supaya Jo bisa berpegangan saat nyebrang selokan, dengan alasan 'kan masih belom muhrim', atau komen lugu Bo tentang roti keju buatan Jo. Aku seakan mendengar sound effect 'awwwwww..' seperti di serial-serial sitkom di TV, yang mengiringi adegan manis dan romantis. Hanya ada yang mengganjal, saat Bo dan Jo mulai memasukkan topik 'berat' dalam percakapan mereka sehari-sehari, seperti politik. Sah-sah aja kalau terselip topik semacam itu karena menunjukkan kegelisahan mereka akan keadaan tersebut. Tapi karena aku bukan penikmat topik politik, aku jadi seperti gak sabar saat membaca bagian itu, pengen buru-buru ke cerita-cerita manisnya :).
Artwork di komik ini perkembangannya lumayan pesat dibanding komik terdahulu mereka 'Aku ber-Facebook Maka Aku Ada', yang juga sebuah karya yang bagus. Background di komik ini tergarap lebih rapih, begitu juga dengan panelingnya. Intinya ini adalah karya yang keren, baik cerita maupun gambarnya.
Aku jadi kangen sama 'garwa'-ku setelah baca komik ini hihihih. Yang uda baca pasti ngerti 'garwa' itu apa :D. Baca lah, ga nyesel kok. Pasti akan merasakan kesejukan seperti yang aku sebut di atas:).
Oleh: Sheila Rooswitha
| Related Articles: |
|---|