Yudhatama
Ingat iklan susu kesehatan yang menampilkan naga muncul dari danau itu? Naga dan danaunya terbuat dari cairan susu. Sang naga meliuk-liuk keluar dari danau susu tersebut. TVC dengan efex liquid tersebut memakan waktu lama dalam proses pembuatannya, dan butuh keterampilan khusus dalam mengutak-atik teknik liquid yang memang terkenal njelimet, menyita waktu, butuh simulasi berulang-ulang dan haus dukungan hardware yang high end. Yudhatama, pria kelahiran Solo tahun 1979, adalah salah satu liquid artist yang menangani TVC CG tersebut. Ia memang cukup dikenal sebagai liquid artist yang handal yang ada di Indonesia.
Di sela-sela kesibukannya yang luar biasa sebagai head of CG departement & animation director di Renderpost Jakarta, Suami dari Ika dan ayah dari Kal-el ini menyempatkan diri menjawab pertanyaan dari veegraph.com dalam sesi wawancara melalui email. Berikut hasil interview tersebut:
Sejak kapan bergelut di dunia animasi?
Tahun 1999 pertama kali. Belajarnya di tempat kerja di Redrocket Bandung. Pertamanya ada lowongan untuk digital painter di Red rocket, dan diterima karena sengaja ada portofolio, bikin untuk lamaran dan juga memang sebelumnya abis bikin beberapa untuk lomba. Portofolionya yang disertakan memang isinya digital painting disesuaikan dengan lowongannya. Gua masuk sebagai painter digital walaupun cuma beberapa bulan, karena habis itu jadi compositor.
Kenapa tertarik berkecimpung di dunia animasi?
Dari kecil sih sama seperti anak-anak lain, suka nonton kartun, dan juga suka nonton film spesial FX. Juga nonton the making film-film seperti Starwars (gua gak suka nonton Starwars malah nonton the makingnya). Sama akhirnya Jurassic Park dan Toys Story.
Terus pas kuliah cari yang ada program computer untuk bikin film-film gitu. Taunya sih dulu cuma CAD. Akhirnya masuk Unikom Bandung yang dulu masih kecil, belum jadi Unikom, masih IGI. Kampusnya masih kayak kursus-kursusan, hehehehehe. Program yang pertama kali diajari, dari yang bikin gambar pake program, terus Autocad juga 3DS DOS, belum Windows
Pendapat Anda tentang perkembangan dunia animasi di tanah air sekarang ini?
OK sih perkembangannya, walaupun sempat kena imbas krisis ekonomi tahun 1998. Tapi sekarang sudah mulai bangkit. Iklan sih dari dulu masih eksis. Serial yang mulai bangkit. Feature film yang mulai bangkit juga. Vfx untuk film juga sudah mulai dipakai. Video klip juga mulai. Rame, huehuehueueh.
Karena kemajuan teknologi juga. Beberapa tahun yang lalu bikin pack realistik saja susah banget, sekarang sudah gampang. Preset lebih banyak. Simulasi lebih ditingkatkan baik software maupun hardware.
Dari industrinya iklan juga bakal tetap maju. Serial juga sudah mulai banyak perusahaan Indonesia yang bikin. Feature mungkin tahun depan ada yang bikin. Saya gak sabar melihat 2-3 tahun lagi, bakal makin rame animasi di Indonesia.
Soal kemudahan yang ditawarkan software, apakah bisa membuat semua orang jadi animator?
Tergantung memandang animator itu apa? Dan siapa yang memandangnya? Sama juga dengan desain graphis. Bisa Corel, Illustator, bikin sablon, spanduk, itu juga desainer graphis sebutannya. Tapi beda dengan desainer graphis yang mikir keras konsep untuk logo perusahaan, pengaplikasiannya di stationary. Yaaa, semacam itu lah analoginya.
Menurut Anda apakah bisa bikin 'short cut'. Bikin showreel, lulus SMA punya showreel yang bagus. Bisa langsung kerja di studio.
Ini sama saja dengan omongan yang lagi trend sekarang ini, "gak usah sekolah, wirausaha saja". Ya bisa-bisa saja sih. Sah-sah saja, dan gua yakin bakal bisa. Tapi kita sekolah, kuliah kan gak cuman mengejar "bisa", tapi ada hal yang dalam sekolah gak akan bisa didapat dengan langsung kerja. Teori-teorinya, basic-basicnya, art-nya, pertemanannya. Yaaa gitu-gitu lah, menurut saya. Normal-normal saja lah.
Gua dan beberapa teman-teman gua kerja aja menyesal tidak sekolah dengan baik. Gua juga akhirnya cuma D3. Pengen sih kuliah yang bener lagi, belajar gambar anatomy yang bener, teori-teori komposisi yang bener. Hal-hal basic seni, lah.
Apa ada kemungkinan studio luar yang buka di sini? Bagaimana tingkat persaingan dengan studio animasi di Bangkok, misalnya? Apa yang mereka punya & bisa, tapi kita nggak? Apa ada kecenderungan lebih senang bikin di luar?
Studio luar bikin di Indonesia? Di Batam mungkin. Di tempat lain? Gak janji. Bali mungkin. Karena apa? Karena regulasi pemerintah. Bandingkan dengan kemudahan Singapore, Malaysia untuk menarik studio luar buka di negaranya. Jauuuh. Di sini studio animasi masih dianggap industri "aneh". Masih lebih open untuk membuka pabrik mobil, sepatu, dsb.
Kecenderungan bikin di luar jelas ada lah. Kualitas kita dibawah negara tetangga jelas. Gak kalah kualitasnya, tapi tetap masih di bawahnya, hehehehehe. Kecenderungan ke 2 adalah jalan-jalan ke luar negeri, lah. Sambil kerja sambil jalan-jalan.
Iklan /animasi apa saja yang pernah Anda buat, dan mana yang paling berkesan?
Iklan yang pernah dibuat puluhan deh. Yang paling berkesan Oli Top 1, karena gw bikin sendiri 3 versi dalam waktu 1 bulan. Dan gua juga punya kebebasan menginterpretasikan board. Kesulitannya sih soal waktu aja, bagaimana harus membagi 3 versi itu dalam waktu 4 minggu, baik dalam present-nya, rendernya, simulasinya ditempatkan pada waktu yang tepat, walaupun sebenarnya kompleks. Ada simulasi liquid, tambahan dengan partikel untuk bubble, animasi karat, render caustic, dan sebagainya, tapi masih pada koridor yang sesuai dengan real world. Lebih mudah dari pada liquidnya membentuk naga misalnya.
Juga sama yang Contrexyn, sama juga karena gua punya kebebasan menginterpretasikan board. Bagaimana tetap menjaga desain dan moodnya sesuai dengan brandnya. Rig-nya sih sederhana karena waktu juga gak mencukupi. Yang paling saya suka adalah saya mencoba memasukan effect 'smear' dianimasinya. Jadi secara keseluruhan mencerminkan gua walaupun hasilnya masih kurang maksimal. Tapi kurang maksimalnya bukan karena tekanan dari director atau agensi, tapi karena kompromi waktu saja.
Menyiasatinya dengan begadang, tapi gak terus-terusan. Kadang-kadang kalo kerja kita terlalu fokus saja. Mending step back untuk melihat permasalahannya dari jauh, maka akan terlihat pemecahannya.
Mengenai waktu kerja, pendapat Anda bagaimana? Apa animator Indonesia terlalu 'ditekan', dibanding dgn animator di luar negeri misalnya?
Siapa bilang animator di luar negeri gak ditekan? Aneh-aneh aja. Dimana-mana industri sama saja. Kita cuma bawahan director, kalo di film. Kita cuman bawahan director dan agensi dan klien, kalo di iklan.
Boleh ditanya sama animator Pixar sekalipun, walaupun animatornya bilang bagus kalau dipake squash, kalo directornya bilang harus di-strecth, yaaa... akhirnya di-strecth.
Memang begitulah industri, tapi menaiki tangga satu persatu, akhirnya Anda pun bisa jadi orang yang bisa menentukan; Supervisor, Lead, Senior, Director, dsb. Setelah begitu baru lah bisa sedikit memasukan kehendak Anda walaupun tetap saja banyak kompromi. Karena sekali lagi industri adalah tempat kompromi.
Paling baik adalah sebagai animator menemukan director yang bisa berdiskusi (dibandingkan yang mendikte) sehingga karya yang dihasilkan pun maksimal. Karena cuman beberapa orang saja yang bisa menghasilkan animasi seorang diri. Animasi dimana-mana adalah kerja sama tim. Harusnya ini disadari baik animator maupun director maupun agensi juga.
Apa benar cuma bawahan? bukannya seharusnya posisi animator itu sejajar? Hanya saja field-nya berbeda?
Gak mungkin sejajar. Kita kan penyedia layanan jasa. Mereka yang membayar. Mana mungkin sejajar. Pemilik restoran dengan pelanggan restoran, walaupun lebih kaya pemilik restoran, mau gak mau tetap saja pemiliknya melayani pelanggan.
Kapan kesadaran itu muncul? Biasanya tipikal seniman, lebih banyak 'ego yg bicara'. Apa karena orientasinya sudah berubah?
Ego itu pasti ada. Yang perlu disadari adalah kreatifitas itu timbul karena keterbatasan. Kreatif adalah pemecahan masalah. Kalo tanpa batas, itu sih gak kreatif, tapi ekspresif.
Dengan adanya norma-norma, brief klien, ekspektasi agensi, treatment director, membuat batasan-batasan, yang akhirnya membuat kita kreatif.
Gimana ya agar kesadarn itu jadi milik animator maupun director maupun agensi juga? Semuanya serba kejar tayang.
Aaaah gak semua. Buktinya banyak iklan-iklan dahsyat. Berarti itu hasil kerjasama yang baik.
Soal Rollbot, ikutan jadi animatornya juga ya? Bisa cerita tentang suasana kerja bikin film (series). pastinya beda dong dengan bikn TVC.
Ikut sebentar jadi animator. Serial ini sebatas animation service. Jadi cuman bikin animasinya doang. Storyboard, asset karakter, asset enviroment, dsb, dari pihak pemesan.
Flownya jelas lebih melelahkan karena ibarat pabrik, ini adalah bagian buruhnya. Tantangannya sih gimana tetap dalam schedule dan board tapi tetap bisa explore animasi, akting, dsb. Kalo di iklan, kan suka ada treatment. Jadi sedikit ada kebebasan lebih aja. Lagian kalo iklan biasannya lebih all rounder, generalis.
Setelah beberapa lama jadi animator freelance, kenapa akhirnya memutuskan jadi in-house animator?
Gua freelance cuma 1 tahun kok. Gua in-house karena kalo semua freelance, ntar gak ada yang in-house, hehehehehe.
Gak sih. Cuma animasi itu kolaboratif. Yang freelance-freelance juga akhirnya ngambil orang juga, ntar bikin studio sendiri, dan seterusnya. Kalo gitu terus lingkarannya, kapan mau bikin studio besarnya.
![]() | | |
![]() | | |
| | |
Nama lengkap:Yudhatama
Track Record:
- 1999-2001 RedRocket animation studio Bandung, 2d painter 2d compositor 3d animator
- 2001-2002 Shazana's studio Brunei, motion graphic animator
- 2003-2004 Double Click post Jakarta, 3D animator
- 2004-2006 Epix FX studio Jakarta, 3D animator
- 2003-2006 Render Post - Dolanim Studio - Geppeto Studio Jakarta, 3D animator freelance
- 2007-2008 Infinite Frameworks Batam, senior 3d artist
- 2008 RENDERPOST Jakarta, head of CG departement, animation director
Related links:
| Related Articles: |
|---|


