Hebring, Jagoan yang jadi juara

Beberapa tahun terakhir ini, muncul beberapa festival film animasi di Indonesia. Hal tersebut tentu sangat menggembirakan bagi para praktisi animasi di tanah air. Acara semacam itu bisa menjadi pemicu semangat untuk para animator menciptakan karya agar bisa diikut sertakan dalam ajang adu kreativitas tersebut. Begitulah apa yang dilakukan oleh Main Motions Studio. Menghadapi event INAICTA 2009, Main Motions studio sengaja menciptakan film pendek yang merupakan sequel dari film pendek yang sudah ada sebelumnya; Hebring 2.

Hebring adalah superhero asal Indonesia. Dengan perawakan kekar seperti superhero kebanyakan, Hebring beraksi menghadapi penjahat yang aneh dan unik. Aksi Hebring 2 akhirnya memang tak sia-sia, dia berhasil menaklukan para juri di Indonesia ICT Awards 2009, dan berhasil keluar sebagai juara pertama.

Berikut penuturan dari Marlin Sugama, salah satu pentolan di Main Motions studio mengenai proses pembuatan Hebring 2:

"Proses pengembangan Hebring sama dengan proses pengembangan 3D animation lainnya, dimulai dengan menyusun plot dan story, kemudian dilanjutkan dengan character design lalu character modeling. Setelah design character fix (proporsi, size dan color tidak berubah lagi) baru kami membangun setting (background), untuk Hebring 2 ini kami membangun seluruh komplek ruko yang kemudian dibagi menjadi 3 settings (tukang bakso, ruko2 dan gang buntu).

Setelah setting jadi, kami lanjutkan dengan membuat animatic, untuk memperkirakan posisi karakter dan sudut kamera pada setiap adegan. Selanjutnya karakter dianimasikan, dan dirender dengan berbagi sudut kamera (minimal 4 sudut kamera setiap adegan), hasil render yang terbaik yang kami gunakan.

Proses terakhir untuk visual adalah compositing, kami sempat mencoba beberapa cara, dan akhirnya yang kami pilih adalah yang ditampilkan, karena warna dan lighting kelihatan paling bagus dari pada pilihan yang lain.

Setelah semua proses visual selesai dan kami bisa dengan pasti mendapatkan "time lock" baru kami lanjutkan dengan memasukan sound effect dan musik. Untuk musik kami sempat mixing bekerja sama dengan Departure People (Ronggo Wisnu), tapi tidak sempat mastering karena waktu pendaftaran INAICTA 2009 akan segera di tutup."

Beberapa aset yang sebelumya digunakan pada Hebring 1, digunakan pula pada Hebring 2. Beberapa pembuatan model dilakukan menggunakan Blender, selain 3DS Max, yang merupakan software utama. Rendering menggunakan MentalRay. Ada orang yang khusus mengerjakan modeling, dan khusus texturing. Untuk animasi sampai compositing dikerjakan oleh 2 orang. Rendering dikerjakan bersama-sama. Proses pembuatan Hebring 2 ini dari mulai modeling sampai compositing memakan waktu 3 bulan.

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Team animator 'Hebring 2' dari Main Motions Studio

Crew Hebring 2:
- Andi Martin
- M. Fardiansyah
- Marlin Sugama
- Chris Vian
- Staven Andersen
- Rizky Wasito Edi
- Ferlius
- Ronggo Wisnu

Untuk info mengenai Hebring 2 bisa juga dilihat di www.hebringanimation.blogspot.com


 


Related Articles:


Banner