Serial Animasi Didi Tikus

 

Pixel Efekt mempersembahkan tikus pertama di Indonesia yang bisa bicara, dalam sebuah serial animasi asli karya animator Indonesia.

Di tengah membanjirnya produk-produk animasi dari luar yang masuk dan tersaji dalam jagad tontonan di Indonesia, kini hadir sebuah serial animasi asli Indonesia yang akan mengajak anak-anak untuk menggeluti dan membangkitkan rasa ke-Indonesia-an.Adalah Pixel Efekt, sebuah rumah produksi yang mengkhususkan Animasi Komputer 3D, yang menggawangi produksi serial Serial Animasi Didi Tikus ini. Bermodalkan pengalaman 15 tahun dalam dunia animasi 3D, Pixel Efekt mampu membuat desain produksi yang mensikronkan antara tuntutan kualitas dan biaya produksi, sehingga serial ini bisa direalisasikan dan tersaji menarik bagi anak-anak Indonesia .

Dari serial Didi Tikus inilah, untuk pertamakalinya Indonesia memiliki seekor tikus yang bisa bicara. Serial Animasi Didi Tikus ini dipersembahkan kepada seluruh anak-anak Indonesia agar mereka tetap berada dalam semangat dan ceria dunia kanak-kanak mereka.

Didi TikusCatatan Produksi

Ide Didi Tikus awalnya sudah muncul sekitar delapan tahun silam. Tepatnya tahun 2003 setelah kami merilis film layar lebar animasi Janus Prajurit Terakhir. Saat itu kami berencana membuat film animasi layar lebar berikutnya yang berjudul Detektif Cilik.Tokoh utama film tsb adalah Didi Tikus.

Dalam pre-productionnya, desain karakternya sudah terbentuk, bahkan sudah berupa boneka dummy dan modeling 3D animationnya. Karena berbagai hal, film Detektif Cilik tidak jadi diproduksi. Karakter Didi Tikus kami simpan di laci. Di tahun 2010, MNCtv (saat itu masih bernama TPI) menantang kami untuk memproduksi serial animasi, yang formatnya digabungkan dengan live-shot. Saat itu di kepala kami yang muncul adalah karakter Didi Tikus.

Dari sinilah lahir serial Petualangan Didi Tikus, dengan format durasi 1 jam. Setelah melewati berbagai proses kreatifitas dan screening dengan pihak MNCtv, maka pada tanggal 3 Oktober Petualangan Didi Tikus tayang perdana. Puji Tuhan, ternyata sambuta masyarakat cukup positif. Tayang selama 16 episode, Petualangan Didi Tikus mendapat rating rata-rata 2,5-3,0 dan share rata-rata 10.

Pada kuartal pertama tahun 2011, terjadi perubahan selera penonton. Rating program drama di MNCtv mengalami penurunan. MNCtv mengganti strategi dengan menayangkan serial animasi pendek (durasi 5-7menit). Selain tetap melanjutkan kesuksesan Upin-Ipin (yang memang berdurasi 7 menitan), MNCtv mulai menayangan serial-serial seperti Shaun the Sheep, Oscar Oasis. Petualangan Didi Tikus, yang berformat durasi 1 jam dan dikategorikan drama, terpaksa harus berganti strategi juga.

Maka karakter Didi Tikus dibuatkan serial format animasi 7 menit. Dari sinilah lahir serial Aksi Didi Tikus, yang mengikuti pola bercerita seperti Shaun the Sheep dan Oscar Oasis.Aksi Didi Tikus tayang perdana pada 27 Juli 2011. Puji Tuhan sambutan masyarakat juga sangat positif. Mudah-mudahan demikian seterusnya. Sementara Aksdi Didi Tikus tayang setiap Senin dan jumat pukul 19:30

Pendekatan Visual

Agar tampil beda dengan serial animasi yang lain, Serial Animasi Didi Tikus dibuat dengan menggabungkan animasi dan live-shot. Ini tentu membutuhkan tehnik tersendiri agar karakter Didi Tikus yang animasi terasa menyatu dengan live-shot nya. Untuk itu, aspek-aspek compositing menjadi perhatian khusus dalam produksi Didi Tikus. Tentu aspek-aspek ini bukan hanya melibatkan tim compositing semata.

Supaya compositing bisa berjalan baik, persiapan dan perencanaan kami juga melibatkan tim shooting dan tim 3D Camera. Dimulai dari perhitungan pencahayaan, pewarnaan, sudut camera shooting, properti shooting, tehnik-tehnik efek saat shooting, hingga lay-out dan setting 3D Camera.

Tim Produksi

Chandra Endroputro (Production Designer & Sutradara)
Berkecimpung di dunia animasi 3D sejak tahun 1992, ia adalah sutradara yang sangat mencintai dunia anak-anak dan fiksi ilmiah. Film pertamanya, Janus Prajurit Terakhir (2003) yang merupakan film animasi layar lebar pertama Indonesia, adalah film anak-anak yang ber-genre fiksi ilmiah. Ia juga kemudian terlibat sebagai sutradara dalam serial TV ‘Jalan Sesama’, sebuah serial ‘Sesame Street’ yang diproduksi untuk Indonesia.

Tahun 2010, ia bersama rekan-rekannya yang terlibat dalam produksi film ‘Janus Prejurit Terakhir’ kemudian mencetuskan ide membuat Serial Animasi Didi Tikus.

Juanito C Djamal (Eksekutif Producer & Technical Advisor)
Pria yang biasa disapa ‘Toa’ ini, berkecimpung di dunia animasi kompter 3D sejak tahun 1991, selama itu ia lebih banyak bertindak sebagai Technical Advisor dalam produksi animasi 3D, dan sesekali memproduseri berbagai produksi iklan dan video profile. Pengalamanan yang luar biasa ini inilah yang menjadikan produksi serial animasi Didi Tikus berjalan lancar dan terjaga

Lucky Nugroho (Producer Post-Pro & Studio Head)
Lucky menggeluti dunia animasi sejak tahun 1993 dan bergabung dengan Pixel Efekt sejak dari awal-awal berdiri di tahun 1995. Setelah malang melintang di bebebapa Post-Production, ia kembali bergabung dalam produksi Didi Tikus. Pengalamannya yang segudang sebagai animator, dan kemampuan manajerialnya yang baik menjadikan produksi animasi Didi Tikus terkendali dengan baik.

Taufik Arif Denin (Produser Pelaksana)

Bertindak sebagai Produser Pelaksana, Taufik Arif telah bekerja sama dengan Chandra Endroputro sejak tahun 1996 di berbagai produksi audio-visual. Ia bolehlah disebut sebagai otak dan urat nadi produksi Serial Animasi Didi Tikus. Berkat tangan dinginnya ini produksi serial ini bisa tersaji di masyarakat. Berkecimpung di dunia televisi sejak awal tahun 1990-an, berbagai produksi program TV telah ditanganinya. Salah satunya adalah program ‘Penghuni Terakhir’ yang sempat menjadi buah bibir di tahun 2000-an. Pengalamannya inilah yang membuat ia mampu mengatasi produksi serumit apapun.

Isa Anshori (Desain Karakter)
Pria lajang ini adalah yang mendesain karakter tokoh Didi Tikus. Lulusan ISI Jogyakarta ini sebelumnya seringkali terlibat sebagai kreatif pada berbagai produksi. Selain menggarap desain karakter, profesi utamanya adalah penggambar ilustrasi dan komik. Ia terlibat dalam produksi film animasi pertama Indonesia: Janus Prajurit Terakhir, dimana ia terlibat juga sebagai Character Designer.

Daniel ‘Dodo’ Widodo (3D Supervisor)
Sejak menekuni dunia animasi komputer di tahun 1991, animator penggemar video games ini telah memperlihatkan bakatnya yang brilian dalam pengembangan kreatif animasi dan spesial digital effects. Kemampuan Dodo menyerap pemikiran sutradara dan kebutuhan serta keutuhan produksi telah menghasilkan berbagai karya animasi yang kita nikmati di layar kaca. Sunsilk, Pepsodent, dan Lifebuoy hanyalah 3 (tiga) diantara banyak lainnya yang berbentuk iklan full-animation. Pria yang pernah mengecap pendidikan di Arsitektur ITB ini merupakan salah satu pionir animasi 3D di Indonesia. Salah satu masterpiece-nya adalah film layar lebar Janus: Prajurit Terakhir. Sebuah film layar lebar animasi Indonesia pertama dimana ia terlibat sebagai Head Animator.

Aguz Wibowo (Head Animator)
Sempat mengenyam studi robotika di Universitas Bina Nusantara, pria ramah ini lalu mengambil kuliah animasi di Digital Studio. Lulus tahun 2005, ia lalu sempat bekerja di sebuah studio animasi di Batam. Kini ia bergabung di Piexel Efekt dan menjadi animator andalan dalam produksi Serial Didi Tikus. Selain kepiawaian dalam animasi, kemampuan manajerialnya yang baik menjadikan ia menduduki posisi Head Animator.

Tirza Angelica (Senior Animator)
Wanita yang akrab dipanggil Zaza ini telah menekuni dunia animasi sejak tahun 1998, dimana ia memulai kuliah animasi di Malaysia. Lulus tahun 2001, ia melanjutkan kuliah animasi di Canada. Setelah lulus tahun 2003, wanita ramah ini malang melintang di berbagai animation house ternama, baik di tanah air maupun di luar negeri. Kini ia bergabung dengan produksi serial animasi Didi Tikus. Etos kerjanya yang luar biasa, dan sikapnya perfeksionis, sangat membantu capaian kualitas prima animasi Didi Tikus

Deddy Wirawan (Senior Animator)
Pria yang hobi main basket dan gadgeter ini sangat antusias bila menggarap adegan action dalam animasi. Lulus sekolah animasi di Digital Studio tahun 2009, ia langsung bekerja di studio animasi di Batam. Pengalaman dan bakatnya yang luar biasa ini membawanya kini terlibat dalam produksi Serial Animasi Didi Tikus.

Rudi Siswoyo (Senior Animator)
Meski menuntut ilmu Teknik Informatika di Unikom Bandung, pria yang akrab dipanggil Cekling ini justru memilih karirnya di bidang animasi yang ia pelajari secara otodidak. Pilihan ini tidak salah, karena kini ia adalah animator handal dalam Serial Animasi Didi Tikus. Kesukaannya kepada jenis animasi kartuni, menjadikan Didi Tikus tampil lucu dan menggemaskan.

Silvi Lim (Senior Compositor)
Ia memiliki bakat luar biasa di dunia animasi. Lulus kuliah animasi di Lasalle College - Singapura, tahun 2009, di usianya yang masih relatif muda ia sudah memegang tanggung jawab besar sebagai compositor di serial Didi Tikus ini. Kegigihan dan selalu ingin melakukan yang terbaik, menjadikan kualitas penggabungan animasi Didi Tikus dan live-shot tampak menjadi begitu nyatanya di tangan gadis yang punya hobi menggambar ini.

Tesar Wardhana (Didi Tikus)
Pria asal Sumedang ini bukan hanya mengisi suara Didi Tikus, tetapi juga memainkan karakter Didi Tikus.Selain itu ia juga terlibat dalam Desain Produksi. Sebelum ini ia adalah Head Puppeteer dalam serial ‘Jalan Sesama’. Ia juga yang memainkan boneka Momon dan Agen Rahasia 123 dalam serial tsb. Saat serial Jalan Sesama memunculkan tokoh Elmo yang legendaris itu, Tesar terpilih sebagai pemainnya.


 


Related Articles:


Banner