Aqua

Produsen air minum mineral Aqua meluncurkan versi iklan yang digarap dengan teknik animasi yang unik. Ide kreatif iklan ini datang dari Saatchi & Saatchi. Sementara director yang dipercaya untuk mengeksekusinya adalah Scott Hines, yang percaya bahwa "cleansing of one soul is in fact larger than life itself". Kata-kata itu bagai sebuah mantra yang memandu visualisasi minyak dalam gelas sebagai analogi jiwa kotor manusia. Kemudian, air murni dituangkan, yang membuat lapisan minyak itu terangkat lalu tumpah. Hanya air murni, jiwa yang bersih, yang tertinggal. Modelling minyak yang keruh dibuat oleh tim digital artist dari EPIX FX studio.

Teknik yang digunakan tergolong unik, hasil ekperimen dua orang digital artist Yudhatama dan Fahmi, yang bekerja di studio itu. Dibilang polygonal bukan, dibilang particle juga bukan. "Karena kalau kita pakai polygonal, elemen minyaknya akan susah dipisahkan. Tapi di sini kita berhasil memisahkan elemen minyak. Biasanya sih memang menggunakan polygonal atau particle. Tapi, ini bukan. Kita sendiri juga gak tahu nama teknik yang kita pakai," kata Yudha.

Apabila modelling untuk elemen minyak dibuat dengan polygonal maupun particle, maka hasil yang diperoleh akan terkesan solid. "Jadi modelling-nya dibuat dari benda-benda kecil yang kita dekatkan, nantinya bisa saling dekat dan menjadi satu kesatuan. Bukannya dibuat dari object yang utuh," kata Yudha. Sebelum memulai modelling, dilakukan proses texturing atau dummy. Ini untuk mencari mood clan texture yang tepat dan sesuai instruksi director. Lantaran proses texturing sudah dimulai sejak tahap pra produksi, maka pada tahap post, hanya dilakukan final touch dan adjustment saja. Pada saat bersamaan dilakukan proses colouring. Guna mencapai kesan dirty colour pada minyak, elemen ini dibuat dari unsur yang keruh. Kesan kotor itu tidak begitu mencolok, agar sifat elemen minyak tetap bisa dipertahankan.

Tahap colouring ini paling menyita waktu. Pada tahap ini terjadi revisi berulang kali. Jika mood dan feel tidak bisa tercapai setelah dilakukan colour adjustment, maka proses diulang kembali dari materi 3D. Dalam tahap colour adjustment, Yudha dan Fahmi menggunakan After Effect. Sementara proses rendering dengan menggunakan Mental Ray di 3D Max. Paduan warna kuning minyak dan warna hitam keruh di dalam gelas bening dianalogikan sebagai sesuatu yang terdapat dalam jiwa manusia. Jiwa itu butuh basuhan rohani, tepat dengan momentum bulan Ramadhan saat iklan ini dilucurkan. Basuhan rohani, diwakilkan dengan bahasa gambar tuangan air mineral dari Aqua, digunakan sebagai pelebur hal-hal yang kotor.

Hal-hal yang kotor, selain dibahasakan dengan minyak yang keruh juga dipertegas dengan kata-kata seperti; bohong, sombong, gosip, malas, marah, dan prasangka. Sejak brief awal, kata-kata tersebut terdiri dari hampir sepuluh kalimat. Namun untuk menyiasati durasi yang terbatas, hanya beberapa kata yang digunakan. Agar visual kata-kata tadi nampak seperti berada dalam wadah kaca bening, Yudha dan Fahmi mengakali pengaturan komposisinya sehingga kata-kata tersebut masih bisa terbaca jelas, meski dalam kondisi bergerak. Pola gerakan dalam tahapan animasinya, antara visual minyak yang sudah membentuk tulisan dan visual minyak berupa gelembung udara, dibuat dengan pola connecting dan disconnecting. Pada akhirnya, visual object nampak beraturan dan terlihat rapi, didukung dengan gerakan konstan.

Aturan komposisi adalah dengan munculnya kata-kata lebih dari satu. Satu bagian kata dibuat nampak terang, satu bagian lainnya dibuat lebih suram. Tujuannya supaya object tulisan yang ditonjolkan tidak terganggu dengan object tulisan lainnya. Tak banyak live shot yang dimasukkan sebagai penguat jalan cerita di TVC ini. Hanya ada pada frame tangan menuangkan Aqua sebagai shot produknya. Berbeda dengan animasi object minyak yang dibuat dengan pola connecting dan disconnecting tadi, untuk membuat animasi object air penggunaan modelling dari particle. Sedangkan untuk memberikan efek tuangan air tampak nyata, ia memilih fluids simulation tool pada RealFlow.***

Animasi: Epix FX Studio
Animator: Yudhatama, Fahmi 
Post Produksi: G1 Post 
Production House: Worksindo 
Director: Scott Hines

***
Oleh: Wiwie Uminarsih
Foto: Bambang E. Ross

   
   
 


 


Related Articles:


Banner