Double Click
Terik matahari Jakarta lumayan menyengat di sekitar JI. Fatmawati, tepatnya di seputar pertokoan ITC. Tapi saat memasuki kantor Double Click (DC), suasana langsung terasa berbeda. Kesejukan dan keakraban langsung menyapa. Suasana kantor yang dikelola Osman dan kawan-kawan ini begitu hangat dan bersahabat. Ruangannya cozy, penghuninya ramah.
Gedung ditempati DC terdiri dari 5 lantai. Setiap lantai didesain gaya minimalis sehingga memberikan kesan bersahaja, bersih, tapi modern. Dari seluruh lantai itu, lantai dua terasa paling nyaman. Di sinilah para tamu, yang kebanyakan datang dari kalangan agency iklan dijamu. Setting ruangan dibuat seperti cafe. Pada jam makan siang, lobby ini terlihat ramai. Tamu dan penghuni kantor makan siang bareng dalam suasana santai pernuh keakraban.
Dari sudut lain, di ruangan editing, terdengar obrolan akrab diselingi tawa klien, agensi, dan para editor DC yang tengah menggarap suatu proyek. Di ruang lain, tampak Telecine Grader 2K plus, mesin baru yang dimiliki DC.
Menurut co-owner DC, Bayu, teman-teman di DC telah sepakat memegang teguh konsep dan moto bersama, yaitu 3F, (Focus, Flexible clan Friendly). Setiap langkah kegiatan yang dilakukan para pengelola DC bertumpu pada moto itu. DC fokus pada keinginan klien dan agensi. DC fleksibel dalam melayani klien dan agensi. DC juga friendly saat menyambut klien dan agensi. "Klien dan agensi sering membantu kami dalam mengerjakan produk. Kami memang terbuka buat mereka. Mungkin ini kelebihan kami dari Post House yang lain. Mereka pernah bilang, flame artist dan editor di sini tidak sombong dan senang dikerjain, he, he, he. DC memang tidaklah mewah. Tapi tempat kami sangat strategis dan berdekatan dengan tempat perbelanjaan, entertainment, dan bank," kata Bayu.
Selama tiga tahun beraktivitas, DC telah melahirkan 4 orang flame artist handal. Dua orang di antaranya kini berkiprah di post house lain. Ini suatu kebanggaan yang tak terbantahkan! Sebab, jarang sebuah post house di Jakarta bisa melahirkan seorang flame artist. Inilah budi baik yang ditanam DC pada industri post house tanah air. Dan sudah menjadi komitmen pengelola DC, untuk terus melahirkan anak muda kreatif, khususnya dalam menggunakan flame atau mesin edit yang canggih.
"Kami bekerja secara teamwork. Kami melakukan ini demi kepuasan klien. Editing bisa menjadi masalah personal karena berhubungan dengan selera klien. Makanya, kami lebih menekankan pada kemampuan editor. Menurut kami, editor juga punya story telling yang bagus dan juga sense for edit. Meski editor jadi andalan, sesama divisi tetap harus bekerja sama untuk menghasilkan produk terbaik," jelas Dino, co-owner, yang sudah berpengalaman di dunia Post House selama 14 tahun.
Selama 3 tahun ini, DC juga sudah melahirkan 3 offline editor yang pantas diandalkan. Mereka adalah Ading, Anto, dan Adrian. "Kita harus banyak menghasilkan digital artist karena Indonesia sebenarnya punya banyak sumber daya manusia yang potensial," kata Dino bersemangat.
Kreator-kreator muda yang bergabung di DC sudah punya pengalaman dan kemampuannya tidak diragukan lagi. Di antaranya adalah Najib (flame artist) dan Alam (junior digital artist). Saat ditemui di ruang kerjanya masing-masing, Najib dan Alam melayani dengan akrab dan profesional.
Sebelum bergabung dengan DC, Najib pernah bekerja di Asia Pasific Videolab (APV), Kuala Lumpur selama 5 tahun. "Saya merasa nyaman bekerja di DC. Lingkungan kerjanya membuat saya semangat. Dalam soal kerja, tidak ada pembatas antara kami dan klien. Suasana ini tidak ditemukan di Post House lain. Rekan-rekan bawahan kerja saya pun ternyata ingin belajar banyak kepada saya. Saya jadi senang bekerja dengan mereka," ujar Najib.
Masih menurut Najib, dalam membuat groundwork, sepeti digitizing, clean up all matter, dan bersihkan end pack shot, dia mempercayakan asistennya, Alam. Menurutnya, Alam termasuk digital artist yang andal. Najib ingin menghasilkan banyak digital artist seperti Alam. "Suatu saat nanti, saya ingin digital artist DC ada yang bisa bekerja di ILM (Industry Light & Magic) Amerika. Kami akan memulainya dari Asia Tenggara dulu," kata Najib.
Seperti halnya Najib, Alam pun merasa enjoy bergabung dengan DC. Lelaki yang awalnya bekerja sebagai rotoscope artist di bagian graphic ini mendapat pengalaman berharga bekerja di DC. la diperkenankan Bayu mengoperasikan mesin. "Awalnya saya takut juga harus mengoperasikan mesin yang mahal. Tapi Bayu menyarankan supaya saya tidak kuatir karena pasti diberi pengarahan dulu. Akhirnya, saya merasa bangga dipercaya mengoperasikan mesin editor. Belum tentu di Post House lain saya mendapatkan pengalaman ini," kenang Alam.***
Double Click. Kompleks Perkantoran Dutamas Fatmawati, Blok. D1/1, Jl. Fatmawati Raya, No.39, Jakarta 12150, Indonesia, Tlp: +6221-7280 0281/85, Fax: +6221-7230 494
| Related Articles: |
|---|
