G1 Post
Setelah memasuki umurnya yang ke empat, G1 telah menjadi salah satu post production papan atas, yang mampu bersaing dengan post production papan atas lainnya. Kalau pada awalnya G1 hanya melayani telecine, kini layanan yang diberikan oleh post production yang berlokasi di Aston Hotel Lippo Sudirman, Jakarta ini memberikan layanan lengkap layaknya sebuah post house. Mulai dari colour grading, off line and online, special effects dan tentunya post supervising.
Perjalanan menjadi salah satu post house papan atas memang tidak mudah. Perjuangan keras telah dijalani Ben (panggilan Benjamin Alfirevich), sejak nama G1 masih asing di telinga kalangan agency. Namun, kini banyak proyek yang dipercayakan kepada G1.
Sebagai penyedia jasa service post house yang menjadi tujuan para production house dan agency untuk finishing iklan-iklan yang mereka produksi, G1 tentunya punya resep tersendiri. Dengan dukungan equipment Miltenium II Datacine untuk telecine, Final Cut Pro pada offline, Flame Tezro Version 9 dan Inferno pada online, After Effect & Combustion pada Graphic, serta para editor yang berkualitas tinggi yang bisa membawa G1 menjadi sekarang. Dari tangan para editor inilah iklan-iklan yang kini bertebaran di setiap stasiun televisi berasal.
Beberapa editor andalan G1 adalah:
Adi Supriadi, Colorist
Bicara pengalaman, pria kelahiran 26 Juni 1979 ini tak perlu diragukan lagi. Selama 5 tahun di G1, sudah ratusan iklan yang digarapnya. Pantas bila Adi masuk ke jajaran colorist top di Indonesia. Bahkan Bo Krabbe, director, tahan mengurungkan niatnya untuk final grade di Post Bangkok karena tak menemukan warna dan look yang tepat untuk iklan yang digarapnya. Bo memutuskan berkutat dengan Adi di G1 dalam finalisasi tersebut.
Colorist muda ini orangnya rendah hati, seorang pekerja keras, dan menjadi andalan G 1 dalam melayani klien untuk urusan editing. Sebagai colorist,, dia menjadi ujung tombak G 1 dalam memerikan pelayanan terbaik. Rick Paglioroly, colorist "The Cell" adalah guru pertamanya dalam bidang colorist. Lalu, Timothy Fisager, Albert Go, dan Kamal Gani. "Gue belajer dari bos gue cara meng-handle orang, cara memahami orang dan keinginan klien," katanya.
Pelajaran dar-i keempat guru yang memiliki karakter berbeda ini terangkum dalam diri Adi. Hasilnya, ratusan iklan yang telah digarap. Diantaranya: 001 versi one love yang merupakan kerja bareng dengan Ipang Wahid; Extrajos; Milo; dan Gudang Garam Surya versi Motorcross, dengan director Bo Krabbe.
Tidak mudah memang menjadi seorang colorist. Hanya orang yang benar-benar mencintai, menikmati pekerjaan, dan terus belajar saja yang mampu bertahan. "Karena gue sangat cinta dengan pekerjaan gue, ya gue menikmatinya. Namanya juga manusia, kadang-kadang gue pengen istirahat, tapi karena kita mencintai pekerjaan itu, malah kita lupa akan hat itu," ungkapnya.
Alexander Laguna Sonneville, (Visual Arts Director)
Bicara pengalaman, pria ketahiran 1 agustus 1977 ini sudah sepuluh tahun menggeluti dunia Broadcast / Multimedia. Berawal dari Broadcast Design Indonesia (BDI), Digiseni dan freelancing. Dia mengerjakan semua proses dapur produksi mulai dari ilustrator (set, costume & character design), graphic design (print matter), motion graphics (station id, opening spiel, bumper etc), off line (TV progs. Music Videos & feature film) dan online (SFX & Compositing). Concepting more to the look and feel dan treatment motion graphics / online NC menjadi fokus pilihannya dan G1 merupakan wadah yang paling tepat untuk berkreasi.
Meskipun baru bergabung di G1, sejauh ini dia sudah mengerjakan lebih dari 20 proyek iklan. diantaranya, Starmild (Cool Menthol) Paramex, dan Pizza Hut. Satu kunci sukses dan motto dalam setiap kreasinya adalah, "never do a job you don't believe in. Do every job with as much enthusiasm as if it was your first and as much attention to detail as if it was your last."
Rutty Andrianto, off Line
Audio dan visual dua hal yang sejak kecil menjadi idaman Rutty. Sejak SMP, pria kelahiran November 1982 ini sangat terobsesi dengan dua bidang ini. Setamat dari bangku SMA, ia langsung mengambil kursus-kursus untuk kedua bidang tersebut. Dia juga belajar banyak dari teman-temannya yang sudah lebih dulu terjun ke dunia audio-visual.
Sudah 3 tahun lebih Rutty berkecimpung sebagai freelancer dalam dunia editing. Masih lekat dalam ingatannya ketika dikontak untuk menangam project pertamanya menangani all post production video ktip penyanyi rap Iwa K, pada tahun 2001. "Gue nggak tahu kenapa dia nyerahin ke gue. Gue ngerjain all production, dari awal sampai mewarnai di on line," kisahnya.
Dari sini, namanya mulai dikenal orang. suatu ketika, dia diajak berkerja sama dengan salah satu production house yang juga punya nama besar, RT Films. "Saat itu, pihak RT Films bilang, director Ross Tinney, mau kerja sama, dia mau ngerjain corporate.
Hasil kerja bagus dan memuaskan menjadi kunci kebesaran nama seorang editor off line. Nama Rutty cepat beredar dari mulut. Beberapa PH pernah mengontaknya, seperti Padi Film (sekarang GMM Film), Hot Line. Sampai pada awal tahun ini, dia menjatuhkan pilihan bergabung dengan G 1. Selama 5 bulan di G1 sebagai off tine editor sudah banyak iklan yang digarapnya. Rutty selalu menstimulasi diri untuk mencintai semua shoot yang diambil director.***
Kemang Icon, 2nd floor
Jl. Kemang Raya No. 1
Jakarta Selatan - 12730
Indonesia
Tel: +6221-7180 140 / 7180 427
Fax: +6221-7181 052
Email: telesindo@g1postgroup.com
| Related Articles: |
|---|
